Senin, 07 Januari 2008

Batan Waru 1

" I'm away. Everything okay. You're safe, don't worry. Take care of your self and the family, as well. Please send your mandiri bank account to my gmail batanwaru".


Entah mengapa hari ini terasa begitu panjang bagiku. Pagi saat aku berangkat kerja, segalanya masih terasa biasa - biasa saja. Riuh orang yang saling menyapa diantara warga kost yang menjadi keseharian, tanah yang basah oleh hujan tadi malam, suara jalak suren, prenjak, cendet, punglor, kenari dan murai batu kesayanganku yang bernyanyimenyambut pagi. Kupacu motor yamaha tua-ku yang telah 14 tahun setia menemaniku di gang sempit antara rumah tinggalku dengan jalan raya.......... semua terasa seperti biasanya.



Hingga tiba - tiba saja ada rasa gundah yang menyelinap masuk ke bilik hatiku terdalam. Rasa yang tanpa bisa aku jelaskan darimana datangnya. Adakah angin penghujung musim hujan ini yang seakan ikut menyematkan rasa dingin yang terasa begitu jelas mengalir dalam pembuluh darah jantungku? Teringat aku akan Geg........... Begitu perempuan itu kupanggil sebagai ekspresi rasa sayangku padanya, kadang juga ia ku panggil Adek, hanya untuk mengingatkan aku dan dia tentang betapa manjanya ia. Ada rasa kangen yang begitu dalam, terlebih hari kemaren tak ada telepon yang aku terima darinya. Ku coba kirim sebuah sms dengan sedikit untaian kata hanya sekedar mengucapkan selamat pagi dan menanyakan kabar.

Namun sms ku tak terbalas....................... hingga aku tak kuasa untuk tidak meneleponnya. Teleponku tak terjawab juga................... Terasa pias mulai bermain di fikiranku seiring desir dingin yang menelusup di rongga dadaku. Aku terhenyak............. tanyaku dalam hati tak terjawab; sedang mengapa Geg disana? Apakah Geg baik - baik saja? Adakah Geg disana memiliki rasa kangen dan sayang seperti yang aku miliki? Adakah dia juga menganggap aku belahan jiwanya...........? sebagaimana aku menempatkan dia.



Pekerjaan nggak terlalu banyak karena business lagi sepi, aku coba menyusun rencana - rencana kerja di depan agar nggak terlalu banyak PR nantinya. Siang, driver di tempat kerjaku sedang sibuk semua, seorang staff meminta kesediaanku hingga aku harus menggantikan peran mereka ketika ada seorang client yang harus diantar. Lima belas menit kukemudikan mobil menuju tempat tujuan, saat HP yang aku taruh di dashboard bergetar pertanda ada pesan yang masuk. Ragu aku mengambilnya karena aku tahu tidaklah bijaksana kalau aku harus pegang HP saat aku mengemudi, terlebih ada client yang bersamaku saat itu.
Sesampai ditempat tujuan, setelah client turun dari Inova yang kukemudikan, segera aku bergegas menuju ke arah tempat parkir sembari dengan penuh rasa penasaran membuka satu pesan sms yang sedari tadi telah masuk, seraya berharap kiranya Geg lah yang telah mengirim pesan itu............

"I'm away. Everything okay. You're safe, don't worry. Take care of yourself and the family as well. Please send your mandiri bank account to my gmail batanwaru".

Itulah pesan singkat yang muncul pada layar HP ku, aku bingung tak tahu harus berkata apa...
Sedih hingga dadaku begitu sesak, aku merasa tertindih beban rasa yang demikian beratnya, sekujur tubuhku serasa menggigil takut kalau terjadi suatu hal buruk terhadapnya sementara aku bahkan tak pernah tahu Geg-ku ada dimana...................

Batan Waru................ nama itu selalu mampu menggetarkan hatiku. Nama itu selalu hadir kala aku mengenangmu Geg, mengisi malam - malamku yang aku lewati tanpa henti merenungkan arti hadirmu.



10 Juli 2006. Itulah hari dimana sebuah dejavu telah terjadi lewat sebuah pendakian spiritual dilereng mangu. Geg, adakah Geg masih mengingatnya? Pagi itu, setelah hujan gerimis turun, masih kuingat titik titik air yang bergelantungan di dedaunan dan aroma rumput basah di sekitar tempatku duduk menyembah sang pencipta. Selesai berdoa, aku langkah kan kakiku ke pelataran parkir dimana segenap anggota rombongan telah menunggu waktu keberangkatan. Kulihat Gusti M dan segenap teman lainnya telah berada di tempat itu, aku yang sedari tadi berjalan menunduk, mulai mengangkat wajah dan menelusuri setiap wajah lain yang ada di sekitarku hingga tiba pada seraut wajah manis yang tersenyum kepadaku. Deg............. terasa ada sesuatu beban di dadaku yang menghimpit hingga terasa sedikit sesak. Nama yang sebenarnya telah pernah ku dengar sebelumnya, namun tak pernah kuperhatikan wajah yang dimiliki nama itu. Dia adalah karyawan baru ditempat kerjaku yang sekilas pernah kulihat lewat saat dia melakukan trial product di tempat kerjaku.

Waktu yang telah menunjukka pukul 8 pagi membuat kami harus segera berangkat. Karena sebenarnyalah kami telah terlambat satu jam dari jadwal keberangkatan jam 7 pagi.

Empat mobil beriringan menelusuri jalan by pass sebelum akhirnya kami masuk jalur dalam Kota Denpasar yang kembali berlanjut ke jalur luar kota dan harus mengambil Jalan Ahmad Yani ke arah utara. Dalam perjalanan, teman - teman yang semobil denganku yang kebetulan semuanya laki - laki dengan riuhnya bercengkerama tentang segala hal yang mereka lihat diperjalanan. Tapi tidak denganku. Fikiranku seolah tak berada ditubuhku, bahkan tak berada di mobil itu, diantara temanku itu. Fikiranku ada bersamanya..........bersama Geg. Entah.........

Ditengah perjalanan, sempat kami berhenti sejenak di salah satu stasiun pengisian bahan bakar. Aku turun dari mobil, berusaha untuk menemukan satu kesempatan agar dapat memandang wajah itu lagi, yang setelahnya aku rasa itu tidak mungkin karena kaca mobil yang teramat gelap menghalangi jarak pandangku.

Geg, udah terasa cape lho, nanti tak lanjutin di Batan Waru 2 ya............... seiring lagu Mr.Big "Nothing But Love" , Cinta........selamat bobo ya.......

Tidak ada komentar: