Beberapa hari yang lalu, dari seorang teman aku dapat seuntai kata yang menyebabkan aku harus berfikir........... Aku nggak pengen memikirkan kata - kata itu, namun alam fikirku terasa sangat susah untuk ku perintah.
Kata - kata itu kurang lebih seperti ini " Demi kebahagiaan seseorang, kamu harus bisa meninggalkannya". Aku merasa ada sesuatu yang janggal dalam pemahamanku akan arti kalimat yang kemudian mengundang aku untuk berfikir.
Apa sebenarnya indikator dari sebuah KEBAHAGIAAN bagi seseorang?
Jika ada satu indikator kebahagiaan seseorang, lantas bagaimana kita akan dapat mengetahui dan mengukurnya? Apakah dalam suatu keadaan tertentu seseorang itu sedang bahagia ataukah tidak?
Seorang Sahabat Baik ku pernah berbagi cerita padaku; kebahagiaan katanya berasal dari kata ke-bahagi-a-an, yang kurang lebih kata dasarnya adalah bahagi atau bagi. Yang mungkin dari kata inilah kemudian menimbulkan dua pengertian besar kebahagiaan.
Pertama, Kebahagiaan yang diartikan sebagai suatu keadaan dimana orang dapat berbagi moment - moment tertentu dalam hidupnya dengan orang lain. baik moment yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan. Yang mendapat penekanan dalam hal ini adalah cara berbagi untuk memperoleh kebahagiaan itu sendiri.
Kedua, kebahagiaan yang diartikan secara sempit sebagai kesenangan bagi sepihak yang tentu saja didapat dari pihak yang lain. Yang ditekankan dalam hal ini adalah pihak mana yang bahagia / subjek yang merasakan kebahagiaan itu.
Pilihanku,..... tentu aku lebih setuju dengan difinisi kebahagiaan yang Pertama. Budha pernah bersabda "Hari yang lalu telah berlalu, hari yang akan datang belum juga datang, maka lakukanlah saat ini yang terbaik di hari ini." Kalau saat ini dengan berbagi kita dapat membahagiakan orang yang kita sayangi yang pada akhirnya juga akan membawa kebahagiaan buat diri kita, kenapa kita harus meninggalkannya? Bukankah kita belum tahu bagaimana hari esok? Apakah dengan meninggalkannya dia akan bahagia? Satu hal yang sudah sanagt pasti adalah hari ini kita telah menyakitinya dan kita tak pernah tahu apakah masih ada hari esok untuk membahagiakannya.
Jangan pernah takut mencintai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar